Kata Alumni Tentang Almamaternya

Oleh : Amir Kharisman |Alumni 2009

 

Sebenernya saya ga ada niat sama sekali masuk SMA PD. bukannya apa-apa, bila dilihat sekilas tak ada yang menarik. Muridnya sedikit, lingkungannya sempit, bahkan untuk berolahraga pun sulit. Jauh banget dengan 'tetangga sebelah'. Bila dilihat sekilas mereka punya segalanya.

Minggu pertama saya masuk SMA PD, jujur, saya galau. Kenapa saya masuk SMA PD? Saya angkatan ke-4, itu artinya SMA PD baru 'mewisuda' satu angkatan, jumlahnya 7 orang. Angkatan ke-2, belasan orang, angkatan ke-3 lumayan banyak, angktan sy 20an. Beda banget saat MTs, punya temen puluhan orang bahkan lebih.

Tapi, semua ada tapinya, minggu pertama itu, di hari senin, saat upacara Bendera, Bapak Kepala Sekolah kita bilang, "kam min fiatin qoliilatin gholabat fiatan katsirotan biidznillah" yang artinya, "Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah." Kata-kata itu begitu menancap di hati dan pikiran saya. munculah istilah yang sangat populer saat itu, "Sedikit ga berarti tulalit, banyak ga berarti hebat". Entah itu suatu sarkasme atau tidak, yang jelas saya jadi yakin bahwa inilah pilihan saya masuk ke SMA PD.

Akhirnya, kualitas suatu sekolah atau lembaga ditentukan oleh Alumni-alumninya. Saya lihat kakak kelas saya banyak yang menerima beasiswa melanjutkan studi di universitas-universitas keren, UGM, ITB, UPI, UNPAD, UIN Jogja, Paramadina, dan masih banyak lagi. Alhamdulillah saya pun berhasil mengikuti jejak-jejak mereka. Setelah lulus S1, saat ini saya sedang mengejar beasiswa program magister sambil bekerja di salah satu perusahaan swasta di bandung.

so, what are u waiting for?? saatnya merancang masa depanmu di SMA Plus, sekolah para jawara..!!

Tagged: , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *